| Susah Kalo Punya Teman yang Petungan |
|
|
|
| Buah Pikiran - Curhat |
| Written by adnan anwar |
| Thursday, 11 March 2010 08:20 |
|
Wah, kok judulnya aneh ya? Sebenarnya nggak aneh sih, tapi memang tidak lazim bagi sebuah artikel ilmiah. Lha, ini kan bukan artikel ilmiah jadi ya tidak masalah. Ok, mengapa saya mengambil judul di atas. Ini adalah pengalaman nyata yang saya alami beberapa kali. Dan akhirnya saya mengambil kesimpulan seperti yang tersirat dalam judul di atas. Apa sih maksudnya judul di atas? Setiap orang pastilah punya teman. Entah teman dekat atau yang kurang dekat, entah yang ada di sekitar kita atau jauh di seberang sana. Saya persempit ke dalam kategori teman yang tinggalnya dekat dengan kita. Pastilah yang namanya teman akan saling membantu satu sama lain. Terutama ketika kita mengalami suatu masalah. Tidak jarang pula kita dengan teman-teman kita mengadakan acara bersama. Makan-makan misalnya, atau olah raga, atau rekreasi gitu. Nha, di sanalah terjadi suatu interaksi satu sama lain. Keharmonisan akan tercipta ketika satu dengan yang lain saling membantu tanpa harus bertanya ini itu. Ketika kita butuh bantuankita tidak malu untuk minta bantuan tetapi ketika teman butuh bantuan, kita dengan senang hati membantu. Akan jadi masalah ketika salah satu harus berhitung dengan apa yang sudah ia lakukan untuk orang lain dan apa yang sudah ia terima dari orang lain. Apalagi muncul ucapan,”Nggak mau ah, aku sudah terlalu banyak berkorban….”. Waduh, pastilah masalah muncul. Ah, itu hanya maslah kecil. Memang, tetapi kadang bikin suasana jadi nggak menyenangkan. Apalagi jika segalanya harus dihitung berdasarkan angka. Misal, ketika akan mengadakan olah raga bersama. Ambil saja badminton. Pastilah harus menyewa lapangan dan membeli shutleckock. Cara paling gampang adalah iuran. Masalah muncul ketika salah seorang teman tidak bias full mengikutinya dan dengan perhitungannya ia juga tidak mau membayar penuh. Nha, gawat kan. Yang tadinya iurannya pas menjadi kurang. Masalah ini kadang juga muncul di kost-kostan yang mengelola pembayaran listrik dan air serta sampah secara mandiri. Iuran adalah cara terbaik agar adil satu sama lain. Tetapi dengan perhitungannnya masih saja ada yang protes karena ia sering pulanglah, ia jarang memakai pemanaslah, jarang di kost-lah sehingga kemudian tidak mau membayar iuran secara penuh. Bukannya apa-apa sih tetapi ketika semuanya harus diperhitungkan dengan logika kadang membuat pertemanan menjadi kaku dan kurang harmonis. Bukankah hal yang menyenangkan ketika bantuan itu tidak dihitung secara materi saja atau kebersamaan itu tidak hanya dinilai dengan materi saja. Sendiri itu tidak menyenangkan maka hal yang wajar ketika kita harus berkorban untuk mendapatkan kebersamaan yang menyenangkan. Saya bicara dalam lingkup pertemanan bukan masalah hokum, organisasi atau hal lain yang memang butuh perhitungan matang. Selama apa yang kita lakukan sebanding dengan apa yang kita dapat serta tidak menimbulkan kerugian yang berkepanjangan bagi diri kita mengapa harus dihitung-hitung dan dikira-kira yang akhirnya hanya akan menimbulkan masalah baru.
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 103 Comments (0)
![]() Write comment
|















