http://www.adnananwar.net

Kisah Pendadaranku PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Curhat
Written by adnan anwar   
Friday, 09 April 2010 03:42
Setelah sekian lama berjuang dengan pengerjaan tugas akhir yang melelahkan akhirnya dosen pembimbing memberikan tanda tangan terakhirnya pertanda skripsi yang saya kerjakan tersebut siap untuk diujikan. Hari senin, tanggal 29 Maret 2010 jadwal ujian pendadaran diumumkan. Nama saya tertera di sana dengan keterangan tanggal 6 April 2010 urutan yang ketiga. Alhamdulillah, batin saya. Melihat dosen penguji insyaALLAH tidak terlalu mengerikan…hehehehehe….

Hari Selasa, 6 April 2010 adalah hari besar bagi saya. Jam 07.30 saya berangkat dari kost dan sampai di kampus sepuluh menit kemudian. Dua teman saya yang ujian pada hari dan ruang yang sama sudah datang. Kami bertiga menunggu dimulainya urutan pertama, lamaaaa….sekali. Jam 08.40 ujian baru dimulai. Debaran jantungku mulai beranjak naik. Empat puluh lima menit menunggu, urutan pertama selesai dilanjutkan urutan kedua. Mendengar cerita dari teman yang sudah selesai tadi membuat jantungku semakin berdebar. Satu jam akhirnya urutan kedua keluar. Tibalah saatnya.

Saya masuk, keempat dosen penguji masih sibuk saling tukar lembaran kertas yang saya tidak tahu apa isinya. Saya mempersiapkan laptop dan viewer.

“Silakan anda mengisi daftar hadir dulu!!” Ketua sidang meminta saya. Waduh, celaka dua belas. Saya tidak membawa pulpen. Bisa-bisanya saya tidak membawa barang sepenting itu. Saya minta ijin keluar dulu, pura-pura pulpen saya ketinggalan di tas.

“Eh, pinjem pulpen!!” Pintaku pada dua orang teman yang sudah lebih dulu selesai.

“Wah, payah kamu. Masak ujian pendadaran gak bawa pulpen!” Katanya. Langsung saya samber pulpennya dan kembali ke ruang sidang.

 “Yak, silakan anda memulai presentasi! Waktunya maksimal 10 menit.” Ketua sidang mempersilakan saya setelah semua berkas saya tanda tangani. Saya mengawali presentasi dengan memperkenalkan diri dan dilanjutkan dengan materi skripsi. Awalnya saya maklum melihat empat dosen penguji yang masih sibuk membuka-buka naskah. Tapi bahkan sampai akhir saya presentasi mereka sama sekali tidak mendengarkan. Haduh, ngomong sendiri deh saya. Ketika saya selesai presentasi salah satu dosen penguji malah kaget. Okelah…..

Akhirnya, sesi pertanyaan dimulai. Saya sudah mulai was-was. Ketua sidang mempersilakan salah satu dosen untuk memberikan pertanyaan. Saya sudah siap dengan segala pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan demi pertanyaan pun meluncur dari mulut salah satu dosen penguji. Tapi segencar pertanyaan itu datang, segencar itu pula jawaban saya berikan. Hingga dosen pertama selesai. Huh, lumayan legaa…. Ketua sidang mempersilakan dosen penguji kedua.

“Sudah cukup. Tidak ada yang perlu ditanyakan.” Lha, apa maksudnya ini. Saya bingung plus senang. Saya tidak tahu mengapa dosen penguji kedua tidak memberikan pertanyaan kepada saya. Apakah penjelasan yang saya berikan sudah sangat jelas? Atau beliaunya yang malas bertanya melihat performa saya yang jelek? Atau beliau bingung apa yang harus ditanyakan? Ah, saya tidak peduli. Dua dosen penguji lewat.

Ketua sidang memperilakan dosen penguji ketiga yang juga dosen pembimbing kedua saya. Alhamdulillah, beliau hanya memberikan masukan dan kritikan terhadap naskah yang sudah saya susun. Fuh, akhirnya selesai. Salah seorang dosen penguji meminta ketua sidang yang juga dosen pembimbing pertama saya untuk bertanya.

“Lha, saya sudah banyak bertanya kemarin sewaktu bimbingan. Jadi, sudah sangat jelas bagi saya.” Jawab beliau. Alhamdulillah. Selesai. Semuanya sudah selesai. Tinggal menunggu pengumuman.

Hanya lima menit saya menunggu di luar, ketua dosen memanggil kami bertiga untuk memberikan pengumuman nilai.

“Kami sudah musyawarah dan hasilnya sudah ada. Tetapi saya ingin tahu, menurut kalian apakah kalian lulus dengan presentasi tadi?” Ketua sidang membuka. Haduh, apalagi ini. Satu-satu kami harus menjawab. Urutan pertama menjawab duluan.

“Saya yakin 65% lulus, Pak.” Jawabnya.

Salah satu dosen penguji menanggapi,“Kalo cuman 65% itu berarti nilainya C.”

Kami berdua tersenyum, sementara teman kami di urutan pertama agak nyengir.

Urutan kedua menjawab, “Saya yakin luluas dengan nilai B, Pak!”

Gantian saya. Cari aman saja,”Saya juga yakin lulus dengan nilai B, Pak!”  

“Baiklah, saya kabulkan permohonan nilai yang kalian sebutkan tadi.”

“Haduh, kenapa tadi aku ga bilang A saja.” Batin saya, mengiringi debaran jantung yang semakin ga karuan.

“Tapi kami berpendapat bahwa kalian bertiga berhak mendapat lebih sehingga kami memutuskan untuk memberikan nilai A kepada kalian bertiga.”

Alhamdulillaaaahhh, lega betul perasaanku. Satu per satu dosen penguji saya salami sambil mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya.
Akhirnya, petualangan kuliah sudah selesai. Dilanjutkan dengan babak baru, tantangan baru, petualangan yang lebih seru, dan kejutan-kejutan lainnya yang tentunya lebih besar.

Ucapan terima kasih kepada :
1.    Bapak Ir. Budi Setiyanto, MT atas bimbingannya selama mengerjakan tugas akhir
2.    Ibu Indah Soesanti, ST., MT atas masukannya terhadap naskah yang saya tulis
3.    Ibu Sri Suning Kusumawardhani, ST.,MT atas pertanyaan yang sangat membangun
4.    Ibu Ir. Litasari atas kemurahan hatinya memberikan nilai yang baik

Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
 
ADNANANWAR.NET
Selamat membaca, jangan sungkan tuk ninggalin pesan atau komentar, ya .....


Leave Comment

Name :
URL :
Message:
:) :( :D :p :(( :)) :x