http://www.adnananwar.net

Opini Umum
“Tabung Gas Meledak”???? PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Opini Umum
Written by adnan anwar   
Friday, 23 July 2010 00:09
Akhir-akhir ini marak sekali pemberitaan tentang banyaknya kejadian tabung gas meledak. Dari sekian media massa yang saya lihat dan saya baca, semuanya menyalahkan pemerintah dan PT. Pertamina sebagai perusahaan yang mengeluarkan produk tersebut. Sebagai manusia yang berpendidikan sudah selayaknyalah kita memandang segala sesuatunya dengan arif dan bijaksana. Benarkan kejadian ini, yang sudah sangat jelas merugikan rakyat kecil, adalah murni kesalahan pemerintah dan PT. Pertamina? Yuk, kita bahas bersama-sama.

Sebenarnya saya kurang setuju dengan istilah “TABUNG GAS MELEDAK”. Benarkah kejadiannya memang tabungnya meledak? Saya sedikit menyangsikan. Dari media massa sendiri sudah sering menyebutkan bahwa awalnya tercium gas yang menandakan ada gas yang keluar dari tabung. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa keluarnya gas dari tabung tidak hanya karena tabungnya tang bocor tetapi bisa juga selangnya. Hal ini kurang disoroti oleh media massa sepertinya.

Begitu banyaknya sorotan tentang tabung gas yang tidak sesuai standart kelayakan tetapi tidak diimbangi dengan banyaknya juga selang tidak sesuai standar. Menurut pemikiran saya, kemungkinan selang bocor lebih besar daripada tabung gasnya yang bocor. Ketika gas sudah memenuhi ruangan maka seperti yang diiklankan di televisi oleh PT. Pertamina, buka semua jendela dan pintu dan bawa gas keluar ruangan(jangan kena matahari langsung). Dan jangan menyalangan api atau listrik. Dari berita di televisi kejadiannya adalah pengguna sudah tahu ada bau gas tetapi tidak melaksanakan prosedur di atas sehingga jelas saja gas yang sudah ada di ruangan terbakar dan membakar apa saja yang ada di situ. Nha, kejadian seperti ini apakah bisa disebut tabung gas meledak? Walaupun akhirnya nanti, api akan merambat ke sumber bocornya gas, akhirnya masuk ke tabung, dan membuat tabung meledak.
 
Media Massa Penguasa Informasi PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Opini Umum
Written by adnan anwar   
Tuesday, 20 July 2010 00:08
Lihatlah Indonesia saat ini. Semakin maju atau semakin mundur? Silakan dijawab dengan persepsi masing-masing. Teknologi informasi menjadi tulang punggung bagi tersebarnya perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa Indonesia. Apakah kemudian kita menjadikan apa yang tertulis di media massa sebagai tolok ukur perkembangangan bangsa ini? Mari kita talusuri lebih lanjut.

Kalo anda adalah orang yang suka membaca utamanya adalah berita, entah itu dari koran, radio, televisi atau membaca di internet pasti akan merasa jenuh. Mengapa jenuh? Karena yang disajikan di sana sebagan besar adalah berita negatif yang membuat miris orang-orang yang masih memiliki hati nurani. Tabung gas meledak, longsor, pesawat tergelincir, kecelakaan kereta, pornografi, perampokan, penganiayaan, dan masih banyak lagi. Bandingkan dengan berita-berita yang bernada positif seperti : Indoenesia juara badminton, profil sukses pengusaha, sukses seorang guru, laba dan lain sebagainya. Anda bisa menyimpulkan sendiri.

Pertanyaan saya adalah mengapa demikian? Ada dua hal yang saya dapatkan. Pertama karena memang kejadian-kejadian di Indonesia adalah sebagian besar negatif. Atau dengan kata lain memang tidak ada kejadian positif yang bisa diangkat menjadi berita di media massa. Kedua, sebenarnya ada, banyak lagi, tapi kurang bernilai profit yang bisa meningkatkan rating media massa terkait dan pemasang iklan sehingga tidak diberitakan di media massa.

Kalo kita mau berprasangka baik dengan Indonesia maka kita milih kemungkinan kedua tetapi jika kita mau berprasangka baik dengan media massa maka kita memilih kemungkinan pertama. Sebenarnya mana yang benar? Wallahhua’lam, hanya Allah yang tahu. Tapi yang ingin saya komentari adalah masalah kuantitas. Ketika ada sebuah berita yang mulai diperbincangkan orang maka media massa langsung mengulasnya habis-habisan. Tidak segan-segan mengulangnya sehari tiga kali kayak minum obat.
 
Mengapa Flm 2012 Begitu Fenomenal? PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Opini Umum
Written by adnan anwar   
Thursday, 03 December 2009 02:07
Tadi pagi saya mendengarkan radio tentang Tanya jawab keislaman. Salah seorang pendengar menanyakan perihal ramalan 2012. Saya kaget ketika sang penanya suaranya bergetar dan terlihat sangat ketakutan dengan isu tersebut. Sampai sebegitunya, batin saya. Maka kemudian saya bertanya pada diri saya sendiri, mengapa ramalan itu yang diusung oleh film berjudul 2012 begitu fenomenal? Dari pertanyaan itu muncullah beberapa analisis yang saya dapatkan sebagai berikut.

Saya sendiri sudah menonton film tersebut beberapa waktu lalu. Pendapat saya film itu tidak lebih dari film-film bergenre sama yang sudah muncuk sebeumnya seperti Armagedon, The Day After Tommorow, Deep Impact, Meteor, Volcano, Flood, dsb. Semuanya mengangkat tema kehancuran dunia dan usaha umat manusia untuk menyelamatkan diri. Perbedaannya hanya terletak pada visual effect yang lebih bagus.

Bahkan dalam film 2012 isu tentang ramalan suku Maya tentang hari kiamat hanya disebut dua kali dan itu tidak menjadi inti cerita. Seolah hanya biar ada history ceritanya begitu. Saya melihat bahwa film tersebut lebih menonjolkan kemampuan para kru pembuat film dalam membuat visua effect daripada kekuatan ceritanya. Seperti film Transformer yang ceritanya juga tidak begitu menonjol. Lalu, mengapa tanggapan masyarakat begitu luar biasa?

Pertama, isu yang diangkat memang tidak berbeda dengan film-film sebelumnya. Bedanya kemunculan film 2012 bersamaan dengan kejadian yang akhir-akhir ini memang terjadi, yaitu gempa bumi. Masyarakat kemudian menelan isu dalam film 2012 itu lebih dalam daripada film-film lainnya. Bagaimana tidak? Seberapa sering kita mengalami kejadian gempa khususnya di Indonesia, sama persis dengan apa yang menjadi pertanda awal dalam film tersebut.
 
Belum Kerja Kok Udah Naik Gaji PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Opini Umum
Written by adnan anwar   
Tuesday, 27 October 2009 01:46
Belum lama ini telah terjadi resesi kepemimpinan di Indonesia. Meskipun tidak semua pejabat pemerintahan berganti semuanya tetap masa-masa yang seperti memunculkan harapan baru bagi segenap warga Negara Indonesia. Di tengah terpuruknya kesejahteraan rakyat yang diakibatkan oleh kemiskinan ataupun bencana yang terus saja terjadi di belahan bumi Indonesia. Ini adalah saatnya melangkah ke anak tangga yang lebih tinggi, seperti judul artikel yang saya tulis sebelumnya.

Tetapi saya tersentak kaget mendengar berita akhir-akhir ini yang mengatakan bahwa aka nada kenaikan gaji menteri dan presiden. Belum lama kita dikagetkan dengan berita tentang pemborosan biaya pelantikan anggota dewan, sekarang ada lagi berita yang tidak kalah menghebohkan. Mengapa saya kaget? Aneh, ya, saya merasa aneh bin ajaib. Kita yang selalu menjunjung tinggi budaya timur, budaya saling menyayangi dan tolong menolong. Budaya rela membantu sesamanya dengan ringan tangan. Apa hubungannya?

Bukan hal yang asing lagi jika kita melihat banyaknya kemiskinan yang melanda negeri ini. Begitu banyak bencana yang terjadi di negeri ini. Bahkan yang terakhir gempa di Sumatra Barat saja baru dimulai pembangunannya. Masih jauh dari cukup bantuan yang diberikan kepada mereka. Lha, kok bias-bisanya para menteri mau naik gaji. Kita bandingkan saja kehidupan mereka dengan para korban bencana. Seperti dua sisi hitam putih, sangat bertolak belakang. Menteri dengan fasilitasnya yang super mewah seperti mobil dinas yang super mahal, kereta kelas VVIP, pesawat kelas VIP, hotel bintang lima, dana taktis yang hamper 200 juta. Sementara para korban bencana, jangankan mobil, rumah saja tidak punya. Jangankan mau aik kereta, cari makan saja harus kerja keras.
 
Saatnya Naik Tangga yang Lebih Tinggi PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Opini Umum
Written by adnan anwar   
Tuesday, 20 October 2009 03:18
Hari ini, tepatnya Selas, 20 Oktober 2009 merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena pada hari ini merupakan hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang akan memegang tonggak pemerintahan selama 5 tahun ke depan. Saya menganalogikan ini sebagai pijakan menuju anak tangga yang lebih tinggi. Sebuah moment yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh beliau berdua untuk mengevaluasi kinerja yang sudah berjalan dan mengambil tindakan tepat untuk memperbaiki dan meningkatkannya.

Semua rakyat pasti berharap banyak akan kepemimpinan yang baru. Mesipun oangnya sama (Presiden) tetapi harus memiliki pandangan dan sikap yang lebih baik daripada sebelumnya. Bisa jadi ini adalah sebuah keuntungan di mana beliau pernah menjabat sebelumnya sehingga memiliki wawasan dan pengalaman yang mencukupi untuk berbuat yang tepat demi kesejahteraan dan kemajuang bangsa ini. Apalagi kondisi bangsa ini yang sepertinya makin buruk saja seiring dengan terjadinya bencana yang seolah berlomba-lomba untuk muncul di Indonesia tercinta ini.

Saya sebagai warga Negara yang baik tentunya juga memiliki harapan yang lebih dengan periode jabatan 5 tahun mendatang. Sudah bosan rasanya melihat sikap para pejabat pemerintahan serta wakil rakyat yang sepertinya juga berlomba-lomba untuk memperkaya diri. Kadang kita menginginkan sesuatu hal yang luar biasa. Sesuatu yang bias membuat bangsa ini bangga dengan dirinya sendiri. Tapi itu semua menjadi impian kosong belaka ketika melihat para pelaku pembangunan yang memegang pucuk kepemimpian bangsa ini bermoral kurang baik. Tidak semuanya tetapi berbagai macam kasus yang muncul menunjukkan hal yang demikian.
 
Page 1 of 3
ADNANANWAR.NET
Selamat membaca, jangan sungkan tuk ninggalin pesan atau komentar, ya .....


Leave Comment

Name :
URL :
Message:
:) :( :D :p :(( :)) :x