http://www.adnananwar.net

Sok Ilmiah
Petir...oh...Petir PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Sok Ilmiah
Written by adnan anwar   
Tuesday, 20 July 2010 23:45
Hey, Kawan!! Tahu kan yang namanya petir? Pasti tahu dong... Itu lho, yang biasanya keluar jika hujam turun. Saya masih ingat, sewaktu duduk di kelas 3 SLTP, kami ditanya oleh guru elektronika,”Bagaimanakah terjadinya petir? Mengapa kadang diikuti dengan suara yang menggelegar tetapi kadang tidak?” Sulit juga kami menjawabnya. Tapi bukan itu yang ingin saya bahas dalam tulisan ini(pengertian bisa anda cari  di wikipedia). Saya lebih tertarik oleh pertanyaan menggelitik, mengapa jika terjadi petir, cahanya dulu kelihatan baru suaranya belakangan mengikuti?

Nha, yuk kita simak tulisan berikut. Bagi yang tidak pernah belajar IPA pasti kurang familiar dengan rumus kecepatan v = s/t atau besarnya kecepatan suatu benda sama dengan jarak yang ditempuh oleh benda tersebut dibagi dengan waktu yang dibutuhkan. Nha, petir juga merupakan sebuah benda, ia adalah elektron yang berpindah. Elektron bergerak sama dengan kecepatan cahaya yaitu 300.000.000 m/s. Wah, cepat sekali ya? Sama dengan sinar matahari yang menempuh jarak dari matahari sampai di bumi hanya butuh waktu 10 menit.

Ketika terjadi petir, ia akan langsung memancarkan cahaya. Nha, cahaya tersebut merambat dan sampai di tempat kita berada sehingga kita melihatnya. Jika jarak kita dengan sumber petir 5 Km, misalnya maka dengan kecepatan cahaya, kurang dari 1 deti sudah sampai di tempat kita.
Last Updated on Tuesday, 20 July 2010 23:48
 
Logika Matematika PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Sok Ilmiah
Written by adnan anwar   
Monday, 05 April 2010 02:42
Kebanyakan orang menilai kepintaran seorang anak dari penguasaan ilmunya di bidang matematika. Coba kalo ada anak yang jago matematika, pasti banyak orang yang bilang,”Wah, anak itu pintar sekali!!” Beda dengan anak yang pintar sejarah misalnya, maka sedikit orang yang berkomentar bahwa anak itu pintar. Masalahnya matematika tidak hanya sekedar menghafal semacam sejarah, PPKn, Biologi, dan semacamnya. Matematika membutuhkan tingkat pemikiran yang lebih daripada ilmu lainnya terutama pemahaman logika.

Sewaktu masih duduk di kelas 6 SD saya pernah ditanya sebuah kasus oleh teman. Memang aneh dan membingungkan kasus itu, bahkan saya baru bisa memecahkannya setelah masuk SMP. Begini kasusnya  

Tiga orang anak masing-masing iuran Rp 500. Sehingga terkumpul uang Rp 500 x 3 = Rp 1500.

Mereka memutuskan untuk menggunakan uang tersebut untuk membeli roti. Tapi tidak ada yang mau membeli sehingga meminta teman lain untuk membelikannya.

Akhirnya terbelilah roti dengan harga Rp 1000. Artinya, ada sisa uang sebesar Rp 500. Mereka memutuskan untuk membagi kembali uang tersebut kepada 3 orang anak tadi masing-masing Rp 100 dan sisanya sebesar Rp 200 diberikan kepada teman yang membelikan roti sebagai upah.
 
Membedakan Bintang dan Planet di Malam Hari PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Sok Ilmiah
Written by adnan anwar   
Saturday, 03 April 2010 14:36
Pernahkan anda melihat bintang? Tentu saja pernah. Di malam yang cerah, tanpa ada awan yang menutupi langit, di tengah kelamnya malam masih ada keindahan yang bisa kita nikmati. Ya, gemerlap bintang gemintang yang bercahaya di angkasa adalah pemandangan yang sangat indah. Hanya  dengan kekuasaan Allah saja bisa menciptakan keindahan semacam itu. Bagi kita, umat manusia yang percaya adanya Sang Pencipta maka seharusnya hal itu semakin menambah keimanan kita pada-Nya.

Pernahkah anda memperhatikan dengan seksama bahwa di antara cahaya bintang yang seperti titik di langit atas ada beberapa yang berbeda. Apakah itu? Yup, ada yang cahanya selalu ada dan tidak pernah menghilang sampai pagi tetapi ada juga yang hanya berkedip. Muncul cahaya lalu hilang lagi. Mengapa bisa begitu? Nha, inilah yang ingin saya bahas pada artikel kali ini.

Jawabannya adalah karena memang sumber dari kedua cahaya yang berperilaku berbeda itu juga berbeda. Cahaya yang terus ada sampai pagi bersumber dari pantulan benda-benda langit yang sesungguhnya berasal dari bintang nun jauh di sana. Sedangkan cahaya yang hanya berkedip sumbernya adalah langsung dari bintang nun jauh di sana. Mengapa cahaya bintang justru berkedip dan mengapa pantulan benda langit lainnya malah terang terus? Mengapa bisa begitu? Yuk, kita bahas rame-rame.
 
Teleport dengan Pemecah Partikel PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Sok Ilmiah
Written by adnan anwar   
Friday, 05 March 2010 09:27
Tadi pagi saya menelepon seorang teman untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Tak tahunya terjadi pembicaraan tentang suatu cara untuk melakukan proses pengiriman suatu barang dari jarak jauh secara cepat. Memang sih hanya bercanda saja. Dia bilang, suatu saat nanti pasti ada suatu teknologi yang bias memindahkan suatu barang dari satu tempat ke tempat lainnya dalam waktu yang sangat cepat, yaitu dengan cara memecah partikel barang tersebut dan dikirimkan bersamaan dengan gelombang elektromagnetik sehingga kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya.

Boleh saja kan bermimpi? Katanya. Awalnya saya ga menggubris tapi kok kemudian kepikiran juga. So, mari kita bahas bersama. Secara teori suatu benda yang berbentuk partikel memang bias dikirimkan melalui gelombang elektromagnetik. Seperti sinyal radio, televise, satelit, wifi, atau telepon yang juga dikirimkan melalui gelombang elektromagnetik. Kecepatan yang bias dicapai adalah kecepatan cahaya, karena cahaya memiliki sifat dualism gelombang yaitu cahaya sebagai gelombang dan cahaya sebagai partikel. Dalam hal ini, benda yang akan kita kirimkan diubah dalam bentuk seperti cahaya.

Bisa kita bayangkan, kecepatan cahaya sebesar 2x108 m/s. Jarak antara matahari sampai bumi saja hanya ditempuh dalam waktu 10 menit apalagi hanya Sabang sampai Merauke, hanya milidetik saja. Wow, keren juga kan? Seperti dalam film Star Trek, bahkan manusia juga bias dipanggil dari sebuah planet ke pesawat enterprise hanya dengan mengunci koordinat orang tersebut lalu meng-energize-nya menjadi partikel-partikel kecil yang kemudian dibangkitkan kembali di tempat tujuan.
 
Mesin Waktu PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Sok Ilmiah
Written by adnan anwar   
Friday, 20 November 2009 04:10
Percayakah anda dengan teori yang mengatakan bahwa kita bias kembali ke masa lalu dan juga sebaliknya berkunjung ke masa depan? Banyak sekali film-film yang berkisah tentang adanya mesin waktu yang membuat pengendaranya bias menjelajah ruang dan waktu. Ia bias ke masa lalu ataupun ke masa depan, ia bias berpindah tempat dengan sangat cepat. Mungkinkah?

Melihat film-film tersebut seolah memang bias diwujudkan dalam kenyataan. Bahkan sebuah teori mengatakan bahwa jika kita bias bergerak menyamai kecepatan cahaya maka waktu seolah berhenti. Dan jika kita bias bergerak melebihi kecepatan cahaya maka waktu akan bergerak mundur sehingga kita kembali ke masa lalu. Teori yang cukup menarik tetapi tidak mungkin.

Untuk saat ini teori tersebut jelas sekali tidak bias diwujudkan. Pasalnya belum ada alat yang bias bergerak bahkan hanya mendekati kecepatan cahaya, apalagi melebihi. Lagipula sel-sel tubuh kita tidak akan kuat menahan kecepatan yang sebegitu dahsyatnya. Bayangin aja kita naik pesawat tapi di luar badan pesawat. Apa yang terjadi? Badan kita tak akan kuat menahan tekanan udara yang begitu besar. Bias-bisa kita kehilangan nyawa karenanya.

Tetapi hal itu bias saja dibantah dengan mengatakan,”Itu kan sekarang? Bisa saja suatu saat nanti ditemukan alat yang bias melebihi kecepatan cahaya dan juga suplemen yang bias memperkuat badan kita. Dulu aja orang nggak percaya tentang adanya pesawat, mobil, dan lain sebagainya. Tetapi itu semua sekarang menjadi hal biasa.” Okelah jika itu yang menjadi bahan argumennya. Memang jika mengatakan “suatu saat nanti“ maka hanya Allah semata yang tahu pastinya.
Last Updated on Friday, 20 November 2009 04:14
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2
ADNANANWAR.NET
Selamat membaca, jangan sungkan tuk ninggalin pesan atau komentar, ya .....


Leave Comment

Name :
URL :
Message:
:) :( :D :p :(( :)) :x